Peradaban Sungai Musi Palembang Sumatera Selatan


Mempopulerkan situs budaya yang penting dan melestarikannya untuk pemberdayaan perekonomian lokal serta memperkuat identitas negeri, khususnya generasi muda.

Di antara yang sangat perlu perhatian adalah warisan peninggalan budaya di sepanjang sungai Musi, Palembang. Sungai Musi menjadi saksi sejarah penting kehidupan masa lampau, Eksistensi sungai Musi melingkupi sepanjang zaman sebagai urat nadi pertumbuhan kota Palembang dan sekitarnya di Sumatera Selatan.

Beragam peninggalan bangunan dari peradaban berabad silam dijumpai di sepanjang bantaran Musi. Bangunan-bangunan lama sebagai saksi sejarah kota Palembang yang penting bagi citra ke-Nusantara-an.

Bangunan-bangunan khas itu berbaur dengan bangunan arsitektur lokal yaitu Rumah Limas berpanggung yang jadi salah satu ikon rumah adat Palembang dan Sumatera Selatan.



Di tengah peninggalan tersebut, tersisa “situs hidup” yang unik, yaitu Kampung Kapitan (Chinese) dan Kampung Arab. Kedua Kampung ini berada  di posisi sepanjang pinggiran Sungai Musi, membaur dengan penduduk melayu lokal sejak dahulu. Keduanya menjadi peninggalan yang berharga, mengingat perannya dalam sejarah maupun karya seni arsitektur yang dimiliki.

Disinyalir kedua lokasi peninggalan berasal dari 5 abad silam. Inilah era di sekitar abad 17 Masehi, ketika peran Sungai Musi populer menjadi jalur transportasi penting di Sumatera Selatan, jauh sebelum mengenal jalur darat dengan aspal kerasnya seperti sekarang ini. Kedua “Situs Kampung” itu didiami oleh dua komunitas yang  pernah berkiprah dalam sejarah kawasan Musi. Komunitas keturunan Arab yang berperan aktif dalam perdagangan dan penyebaran agama islam sejak lama


[Grabbed+Frame+4.jpg]






Serta Komunitas Tiong Hoa yang juga berperan dalam perdagangan, contohnya Kampung Kapitan atau dengan Pulau kemaro sebagai salah satu peninggalannya








Kedua situs hidup ini tentunya menjadi referensi canggih dari keunikan tata letak dan peradaban permukiman Komunitas Tiong Hoa kuno dan Komunitas Arab yang membaur dengan penduduk melayu lokal sejak lama, dimana kerukunan tetap terjaga sampai sekarang. Harta tak ternilai karena permukiman-permukiman itu masih didiami oleh keluarga pendiri komunitas,  keturunan asli dari berabad lalu. Keren sekali ya!

Inilah situs hidup yang langka dan penting bagi sejarah peradaban di sungai Musi, maupun dunia maritim Indonesia.

Karena itu, Situs sepanjang sungai Musi harus menjadi salah satu program pelestarian berkelanjutan.




Sekian

Mie Celor



Mie Celor adalah hidangan mie yang disajikan dalam campuran kuah santan dan kaldu Udang, serta disajikan bersama irisan telur rebus, Udang, irisan seledri, daun bawang dan bawang goreng yang dinikmati selagi hangat. Hidangan ini berasal dari kota Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia, dan bersama dengan Pempek telah menjadi hidangan khas Palembang. Ukuran mie yang digunakan lebih besar, seperti Mie Aceh atau mie Udon Jepang.



 






End.


Lakuer (Leker) Palembang | Hiasan Kerajinan Tangan Palembang


Ada kerajinan Lakuer/Leker diadopsi dari istilah bahasa inggris lacquer yaitu bahan damar yang dihasilkan oleh sejenis serangga bernama laccifer lacca . Tumbuhan tempat bertenggernya serangga ini banyak ditemukan di Jepang, Tiongkok dan daerah pegunungan Himalaya. Orang Jepang menyadapnya dari pohon tersebut sekali dalam 10 tahun. Di Sumatera Selatan pohon tersebut dikenal dengan nama pohon kemalo.

 


Dalam proses pembuatan Lakuer/Leker Palembang ini, pengrajin mengoperasikan bubut untuk membentuk sebongkah kayu menjadi bulat atau silindris. Sedang bentuk kotak atau dinding pemisah (sketsel dak perlu pembubutan, cukup dengan membentuknya dari bilah-bilah papan kayu yang terbaik untuk bahan baku sesungguhnya mahoni. Tapi untuk saat ini perajin mulai beralih ke tambesu sebab mahoni sulit didapat.


Selanjutnya permukaan lakuer dihaluskan dengan ampelas diberikan warna dasar dengan oker, lantas dijemur sampai kering. Lubang-lubang didempul kembali diampelas barulah mereka membubuhkan lukisan dengan tinta china. Motif hiasannya biasa terinspirasi oleh lekuk-lekuk di alam seperti tumbuhan  bunga dan sebagainya.


Ragam hias yang telah dilukis biasanya diwarnai merah kesumba, merah darah hitam dan emas (prada). Warna dasar yang digunakan hitam dan merah kesumba. Terakhir dilakukan bal yaitu dipoles agar permukaannya berkilauan supaya cat tahan lama dan kelihatan cemerlang perajin melapisinya  lagi dengan cairan serlak  vernis  lalu dijemur kembali.



Kerajinan ini pun sangat diminati, berbagai even internasional mulai dari Sea Games XXVI sampai Parlemen Negara-Negara Islam Dunia di Sumsel membuat kerajinan ini diboyong oleh para peserta event internasional tersebut.


Fakta Tentang Wanita



Berikut beberapa fakta tentang Wanita :


1. Wanita itu suka memendam perasaannya, tapi sekali dipancing bicara, akan susah           menghentikannya­­­­.

2. Wanita itu tak suka dibanding-bandi­­­­ngkan dengan wanita lain, apalagi soal fisik..

3. Wanita itu suka dipuji dan di rayu.. Apalagi oleh orang yang di cintainya..

4. Wanita itu gak suka di tegur langsung kesalahannya, apalagi di depan orang.

5. Wanita itu gak suka lelaki cerewet, tapi gak suka juga sama yg terlalu cooll...

6. Wanita itu suka berbohong,,, (coba tanya kalo dia lagi cemburu,, pasti bilangnya 'gak..!)

7. gak suka di kasarin apalagi di diemin,,,,

8. gak suka privacynya di ganggu.. Kalo diganggu ibaratnya menganggu anjing beranak,,, dia akan mengamuk dan mengigit,

9. Wanita itu suka dimanjain,, apalagi dengan perhatian dari org yang di sukainya,,,

10. Suka sesuatu yang simple,, n gak ribet...
(pdhl memahami hatinya kadang terasa ribet ya,, krn suka berubah-ubah dgn cepat)

12. gak mudah jatuh cinta pd lelaki tampan sekalipun,, karena baginya cinta itu sesuatu yg special banget,,

13. Pandai menyimpan uang, tapi kalo sdh belanja kadang gak bisa kontrol,,,

14. Selalu suka suasana baru, makanya jangan heran para suami,, setiap pulang kerja,, pasti ada2 saja posisi barang atau peralatan rumah berubah posisi....

15. Mudah meledak dalam kemarahan, tapi mudah juga melupakan (memaafkan)...

16. Tak suka mendengar Orang yg di cintainya memuji wanita lain,,, (pasti dia langsung ngambek berat..)

17. Suka memperhatikan apa yg di pakai orang lain, terutama yang wanita dan menilik-nilikny­­­­a dalam hati.

18. gak suka barang2 pribadinya ''sama'' dengan orang lain,, tapi jika yang sama itu seorang public figur, dia malah bangga / membanggakan di depan teman2nya.

19. Mudah menangis, jika sedikit saja perasaannya terusik,, apalagi oleh org yg dicintainya..

20. Ini yang susah,, mudah percaya apalagi bila org itu figurnya meyakinkan... (Penampilannya)

21. Suka dandan,,,,

22. Suka makan,,,

23. Selalu suka memberi LEBIH, terutama utk orang yang dia sayangi.

24. Suka ngerumpi, atau minimal menyimak gosip terbaru,,,

25. Dan wanitapun sebenarnya gak kuat2 amat, dan gak lemah2 sangat,, cuma kadang dia suka kelihatan kuat atau lemah,,, di depan orang yg di cintainya...
(tergantung sikon yang dia hadapi)...

26. Dan masih banyak lagi,,, karena karakter wanita emang unik dan misteri....



Kerajaan Sriwijaya

Prasasti  Telaga  Batu
TERLEBIH DAHULU perlu dijelaskan bahwa yang dimaksudkan dengan “prasasti” (inscription) ialah sumber-sumber sejarah dari masa lampau yang tertulis di atas batu atau logam. Sampai saat ini di daerah Sumatera bagian selatan telah ditemukan enam buah prasasti dari Kerajaan Sriwijaya. Tiga di antaranya ditemukan di Palembang, yaitu Prasasti Kedukan Bukit, Prasasti Talang Tuwo, dan Prasasti Telaga Batu. Ketiga prasasti lainnya adalahPrasasti Kota Kapur di Bangka, Prasasti Karang Berahi di Jambi, dan Prasasti Palas Pasemah di Lampung. Di samping keenam prasasti di atas, telah ditemukan pula lima buah pecahan prasasti (fragmen prasasti yang tidak utuh) di Palembang. Perlu juga diketahui bahwa semua prasasti Sriwijaya memakai huruf Pallawa dan bahasa Melayu Kuno.

Dalam tulisan ini kita hanya akan membicarakan “prasasti-prasasti persumpahan”, yaitu prasasti-prasasti yang berisikan kutukan dan ancaman bagi mereka yang menentang atau tidak mau berbakti kepada raja Sriwijaya. Istilah “parsumpahan” memang berasal dari raja Sriwijaya sendiri, sebagaimana tercantum dalam prasasti-prasasti semacam itu. Prasasti Sriwijaya yang tergolong "Prasasti Persumpahan" adalah prasasti-prasasti Telaga Batu, Kota Kapur, Karang Berahi, dan Palas Pasemah. Barangkali pada masa mendatang masih akan ditemukan prasasti persumpahan yang lain.

Prasasti TELAGA BATU ditemukan pada tahun 1935 di Telaga Batu, Sabukingking 2 Ilir, Palembang. Terdiri dari 28 baris, dihiasi lambang negara Sriwijaya berupa naga berkepala tujuh. Kini tersimpan di Museum Pusat, Jakarta, dengan nomor D.155. Prasasti ini untuk pertama kalinya diterbitkan oleh Prof. Dr. Johannes Gijsbertus de Casparis dalam buku: J.G. de Casparis, Prasasti Indonesia II: Selected Inscriptions from the 7th to the 9th Century A.D., Dinas Purbakala Republik Indonesia, Masa Baru, Bandung, 1956.



Prasasti Kota Kapur
Prasasti KOTA KAPUR ditemukan pada tahun 1892 di Kota Kapur, Pangkal Mundo, pantai barat Pulau Bangka. Terdiri dari 10 baris, dan di Museum Pusat bernomor D.90. Prasasti ini pertama kali dibahas oleh Prof. Dr. Hendrik Kern dalam artikel: H. Kern, “De Inscriptie van Kota Kapur”, Bijdragen Koninklijk Instituut (BKI), deel 67, 1913.



Prasasti Karang Berahi
Prasasti KARANG BERAHI ditemukan pada tahun 1904 di daerah Karang Berahi, Jambi. Terdiri dari 16 baris, mula-mula ditranskripsikan oleh Prof. Dr. Nicholaas Johannes Krom dalam artikel: N.J. Krom, “De Inscriptie van Karang Brahi”, Tijdschrift Bataviaasch Genootschap (TBG), deel 59, 1920.


Prasasti Palas Pasemah
Prasasti PALAS PASEMAH ditemukan pada tahun 1957 di Palas Pasemah, daerah Kalianda, Lampung. Terdiri dari 13 baris, namun baris ke-1 sampai ke-3 hilang. Isi prasasti mula-mula dibahas oleh Prof. Dr. Buchari dalam artikel: Buchari, “An Old Malay Inscription of Srivijaya at Palas Pasemah (South Lampung)”, Pra Seminar Penelitian Sriwijaya, Pusat Penelitian Purbakala dan Peninggalan Nasional, Jakarta, 1979.

Dari keempat buah prasasti persumpahan di atas, hanya satu yang berangka tahun, yaitu Prasasti Kota Kapur yang dipahat pada tahun 608 Saka (686 Masehi). Oleh karena isi prasasti-prasasti ini hampir sama, maka sangat mungkin semua prasasti persumpahan tersebut dipahat pada tahun yang sama.

Siapakah Raja Sriwijaya yang mengeluarkan prasasti-prasasti persumpahan itu ? Marilah kita lihat isi Prasasti Talang Tuwo dipahat dua tahun sebelumnya (684 Masehi) yang ditemukan di Kaki Bukit Siguntang sebelah barat Kota Palembang. Prasasti Talang Tuwo diawali dengan kalimat :


Prasasti Talang Tuo
swasti çri. çakawarsatita 606 dim dwitiya çuklapaksa wulan caitra, sana tatkalanya parlak çriksetra ini niparwuat, parwan dapunta hyang çri jayanaça.

Terjemahan :

“Bahagia, sukses. Tahun Saka berlalu 606 hari kedua paroterang bulan Caitra (= 23 Maret 684), itu waktunya taman Sriksetra ini diperbuat, titah Dapunta Hyang Sri Jayanasa.”

Di sini kita memperoleh nama lengkap raja Sriwijaya : Dapunta Hyang Sri Jayanasa. Jika antara tahun 684 dan 686 tidak ada pergantian raja, maka kiranya dia itulah yang mengeluarkan "prasasti-prasasti persumpahan".

Pada baris terakhir Prasasti Kota Kapur tercantum keterangan sebagai berikut :

çakawarsatita 608 dim pratipada çuklapaksa wulan waiçakha, tatkalanya yang mangmang sumpah ini nipahat, di welanya yang wala çriwijaya kaliwat manapik yang bhumi jawa tida bhakti ka çriwijaya.

Terjemahan : 

“Tahun Saka berlalu 608 hari pertama paroterang bulan Waisaka (= 28 Februari 686), waktunya mantra sumpah ini dipahat, ketika tentara Sriwijaya berlewat menyerbu Tanah Jawa yang tidak berbakti kepada Sriwijaya.”

Keterangan di atas menunjukkan latar belakang dan motivasi pengeluaran prasasti-prasasti persumpahan oleh raja Sriwijaya. Rupanya Dapunta Hyang Sri Jayanasa kuatir kalau-kalau timbul pemberontakan dalam wilayah kekuasaan Sriwijaya pada saat tentara Sriwijaya sedang dikerahkan menyerbu Pulau Jawa. Sebagai tindakan preventif, Dapunta Hyang mengeluarkan peringatan tegas di seantero wilayah kekuasaannya, sebagaimana dapat kita baca pada semua prasasti persumpahan :

kadaci yang urang di dalamnya bhumi ajnyanya kadatuan ini parawis, drohaka wangun, samawuddhi lawan drohaka, mangujari drohaka, niujari drohaka, tahu dim drohaka, tida ya marpadah, tida ya bhakti, tida ya tatwarjawa di aku dangan di yang nigalarku sanyasa datua, dhawa wuatnya urang inan, niwunuh ya sumpah, nisuruh tapik ya mulang parwandan datu çriwijaya, talu muah ya dangan gotrasantananya.

Terjemahan : 

“Manakala ada orang di dalam daerah kekuasaan kerajaan ini seluruhnya, membangun kedurhakaan (pemberontakan), kerjasama dengan pendurhaka, menegur pendurhaka, ditegur pendurhaka, sepaham dengan pendurhaka, dia tidak patuh, dia tidak berbakti, dia tidak setia kepadaku dengan kepada yang kugelari pemimpin wilayah, jahatlah perbuatan orang itu, dia akan dibunuh sumpah, dia akan disuruh gempur atas perintah raja Sriwijaya, akan ditumpas dia dengan segenap keluarganya.”

Membaca isi prasasti persumpahan di atas, dapatlah dibayangkan bahwa Dapunta Hyang merupakan seorang politikus ulung. Sebelum dia melancarkan perluasan wilayah ke mancanegara, stabilitas dalam negeri sangat diperhatikannya. Sudah tentu prasasti-prasasti persumpahan itu ditempatkan di negeri-negeri yang memungkinkan timbulnya pemberontakan. Sampai saat ini prasasti persumpahan baru ditemukan di Palembang, Bangka, Jambi, dan Lampung. Hal ini menunjukkan bahwa pada tahun 686 kekuasaan Sriwijaya sekurang-kurangnya sudah meliputi daerah-daerah tersebut.

Adanya prasasti persumpahan Telaga Batu di Palembang menyebabkan Prof. Dr. Sukmono menolak lokasi ibukota Sriwijaya di Palembang. Dalam tulisannya “Tentang Lokalisasi Sriwijaya”, Laporan Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional Pertama, Volume 5, Madjelis Ilmu Pengetahuan Indonesia, Djakarta, 1958, Sukmono mengajukan pertanyaan sebagai berikut (disesuaikan dengan EYD 1972): “Kalau Palembang memanglah ibukota Sriwijaya, dapatkah masuk akal bahwa kutukan-kutukan yang berupa ancaman sangat mengerikan itu justru diabadikan di ibukota? Mungkinkah warga ibukota sendiri diancam secara demikian oleh rajanya?”

Pertanyaan Prof. Sukmono ini perlu dijawab dengan pertanyaan juga: “Tidakkah masuk akal bahwa pemberontakan dapat terjadi di ibukota? Bukankah saat itu ibukota kosong tanpa kekuatan, lantaran tentara sedang dikerahkan untuk menyerbu Tanah Jawa ?”

Pemberontakan di ibukota justru lebih berbahaya daripada pemberontakan di negeri-negeri bawahan, karena mungkin dilakukan oleh orang-orang yang dekat dengan Dapunta Hyang dan langsung menyangkut pusat pemerintahan. Dapunta Hyang tentu tidak mengabaikan adanya semacam kudeta dari “koalisi besar” para pejabat tinggi kerajaan. Itulah sebabnya dia memandang perlu untuk memberikan peringatan dan ancaman di ibukota Sriwijaya.

Dalam sejarah banyak kita jumpai bahwa seorang penguasa ditikam oleh musuh dalam selimut, ketika penguasa itu sibuk memikirkan masalah “luar negeri”. Hal ini terjadi, misalnya, pada raja Kertanagara dari Kerajaan Singhasari abad ke-13. Kertanagara mengirimkan tentara Singhasari besar-besaran ke Malayu (Jambi) untuk mengantisipasi kemungkinan serangan tentara Mongol dari Cina ke Nusantara, tetapi dia lalai memperhatikan keamanan di Singhasari sendiri. Raja bawahannya, Jayakatwang dari Kadiri, memanfaatkan situasi untuk menggulingkan Kertanagara dari tahta kerajaan. Inilah akibatnya jika seorang penguasa mengabaikan keamanan di ibukota.

Prasasti Telaga Batu justru membuktikan bahwa Kerajaan Sriwijaya memang beribukota di Palembang, sebab prasasti itu menyebutkan banyak jabatan dalam pemerintahan yang hanya mungkin terdapat di ibukota suatu negara. Isi prasasti Telaga Batu baris ketiga sampai kelima adalah sebagai berikut :

kamu wanyakmamu, rajaputra, prostara, bhupati, senapati, nayaka, pratyaya, hajipratyaya, dandanayaka, ....murddhaka, tuhaan watakwuruh, addhyaksi nijawarna, wasikarana, kumaramatya, çatabatha, adhikarana, karmma...., kayastha, sthapaka, puhawang, waniyaga, pratisara, kamu marsi haji, hulun haji, wanyakmamu urang, niwunuh sumpah dari mangmang kamu kadaci tida bhakti di aku.

Terjemahan : 

“Kamu semua: putra raja, menteri, bupati, panglima, pembesar, pegawai, pegawai istana, hakim, ....murddhaka, ketua buruh, pengawas rakyat jelata, ahli senjata, pengurus pemuda, olahragawan, petugas bangunan, karmma..., jurutulis, arsitek, nakhoda, pedagang, kepala pasukan, kamu pelayan istana, penghuni istana, semua orang, dibunuh sumpah dari mantra kamu manakala tidak berbakti kepadaku.”

Jabatan-jabatan di atas hanya tercantum pada prasasti Telaga Batu, dan tidak disinggung atau disebutkan pada "prasasti-prasasti persumpahan" yang lain. Oleh karena jabatan-jabatan itu merupakan jabatan tinggi dalam suatu pemerintahan, sudah tentu para pejabatnya tinggal di ibukota. Dengan sendirinya prasasti itu pasti dipasang pada lingkungan yang didiami para pejabat tersebut. Atas dasar itu dapatlah disimpulkan bahwa pusat pemerintahan Kerajaan Sriwijaya berlokasi di sekitar daerah Telaga Batu, Palembang.

Tatapan Mata Cewek dan Cowok

Menurut penelitian Allan & Barbara Pease, jangkauan pandangan mata cewek tuh lebar banget, lebih dari 180 derajat. Karena itu, wanita dapat melihat sekeliling secara sekilas tanpa harus memutar kepala.

Jadi, bila kamu pria, lalu cewek gebetanmu gak pernah secuil pun melayangkan pandangan matanya ke arahmu, jangan ke-CR-an terus. Belum tentu dia cuek ama kamu. Mungkin aja dia sering “curi-curi pandang”. Ini karena wanita dapat melihat sekeliling tanpa harus memutar kepala. Hanya dengan melihat sekilas, cewek udah mampu ngeliat “sasaran”!


But… Walo bisa ngeliat sekeliling dengan mudah begitu, pandangan mata cewek itu “kurang tajam”. Pandangan matanya cenderung “buta arah”. Makanya jangan heran deh… klo hang out ke mall bareng ce-es-nya, cewek tuch lebih mudah hafal isi mall. Cumaa… ya itu… hafalnya sih hanya isinya, bukan tata letaknya. Coba klo diminta ngasih arahan, umpamanya “Di gerai mana kau beli HP-mu ini?” yang ada juga gini jawabannya “Pokoknya deket food court deh.”

Kalo kita ngedapetin jawaban kayak gitu dari cewek, maklumi ajalah yah.. Kalo emang butuh pergi ke tempat itu, ajak aja si cewek untuk kembali ke situ dan nunjukin lokasinya. Dengan mudah dia dapat menemukan tempat tersebut.
Now… what about men?? Oke… let’s talk about men.

Klo cowok nih, jangkauan pandangan matanya “sempit” (terfokus) seperti terowongan, sekitar 45 derajat atau kurang. Dengan terfokus gitu, mata cowok berusaha ngeliat “sasaran” secara tajam, termasuk ketika ngeliat cewek, he he he….


Nah, kalo kamu wanita, lalu ada cowok menatap wajahmu tanpa berkedip, jangan ke-GR-an terus. Belum tentu dia naksir kamu. Mungkin aja terfokusnya tatapan matanya pada wajahmu itu, hanyalah untuk mengenali perbedaan antara dirimu dan cewek-cewek lainnya. Bila cuma ngeliat sekilas, sulit bagi cowok buat segera ngenali dirimu.

Kalo cuma liat sekilas-sekilas aja, kayaknya semua cewek tuh sama di mata cowok. Makanya, untuk mengenali apakah yang dilihatnya itu benar-benar dirimu ataukah kuntilanak, kaum pria mungkin perlu memfokuskan pandangannya ketika menatap dirimu. 

Kalo kamu cowok TERLALU terfokus ketika menatap cewek, ati-ati! Jangan sampai terjerumus ke dalam “zina mata”. Untuk menghindarinya, berikut ini beberapa saran dari M. Shodiq Mustika & Aisha Chuang, Gaul Gaya Rasul (Jakarta: Qultum Media, 2006), hlm. 52-57 :


  • Supaya tidak terkagum-kagum pada dayatarik seksualnya, fokuskan pengamatan kita pada penampilan non-seksualnya apabila kita memandang lawan-jenis.
  • Setiap kali terpikat pada dayatarik seksualnya, lekas2lah alihkan pandangan ke arah lain sampai gejolak birahimu reda.
  • Ketika kau kewalahan meredam nafsu syahwat, segera “alihkan perhatian” ke hal-hal lain yang bersifat non-seksual. Umpamanya: sepakbola, berita politik, dialog bisnis, eksplorasi flora dan fauna, dan sebagainya





Adzan di Trans TV | Adzan Maghrib merdu di Trans TV September 2013 | Download

Adzan di Trans TV merdu september 2013


Klik :  Download Mp3






Nabi Melarang Laki-Laki Kencing Berdiri


Kencing atau bahasa halusnya buang air seni ini sudah bukan suatu hal yang asing lagi bagi umat manusia. Setiap manusia melakukan aktivitas ini untuk mengeluarkan sisa-sisa metabolisme tubuh (mengeluarkan kotoran tubuh). Dalam melakukan aktivitas inipun kita dituntut melakukannya dengan benar dan sesuai aturan.
  • Hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ”anha, di mana beliau berkata,“Siapa yang bilang bahwa Rasulullah SAW kencing sambil berdiri, jangan dibenarkan. Beliau tidak pernah kencing sambil berdiri.”
  • Dari Aisyah ra. berkata bahwa Rasulullah SAW tidak pernah kencing sambil berdiri semenjak diturunkan kepadanya Al-Quran.
Secara medis kencing berdiri adalah penyebab utama penyakit kencing batu pada semua penderita penyakit tersebut dan merupakan salah satu penyebab penyakit lemah syahwat bagi sebagian pria.

Secara agama, kebanyakan orang yang biasanya kencing berdiri kemudian mereka akan mendirikan shalat, ketika akan ruku’ atau sujud maka terasa ada sesuatu yang keluar dari kemaluannya, itulah sisa air kencing yang tidak habis terpencar ketika kencing sambil berdiri, apabila hal ini terjadi maka shalat yang dikerjakannya tidak sah karena air kencing adalah najis dan salah satu syarat sahnya shalat adalah suci dari hadats kecil maupun hadats besar.

Umumnya kita memandang ringan terhadap cara dan tempat buang air, mungkin karena pertimbangan waktu atau situasi dan kondisi yang mengharuskan (terpaksa) untuk kencing berdiri tanpa menyangka keburukannya dari sisi sunnah dan kesehatan. Orang dulu mempunyai budaya melarang anak kencing berdiri sehingga kita sering mendengar pepatah “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”, karena memang terdapat efek negatif dari kencing berdiri.

Kebiasaan orang kencing berdiri akan mudah lemah bathin, karena sisa-sisa air dalam pundit-pundi yang tidak habis terpancar menjadikan kelenjar otot-otot dan urat halus sekitar zakar menjadi lembek dan kendur. Berbeda dengan buang air jongkok, dalam keadaan bertinggung tulang paha di kiri dan kanan merenggangkan himpitan buah zakar. Ini memudahkan air kencing mudah mengalir habis dan memudahkan untuk menekan pangkal buah zakar sambil berdehem-dehem. Dengan cara ini, air kencing akan keluar hingga habis, malahan dengan cara ini kekuatan sekitar otot zakar terpelihara.

Ketika buang air kencing berdiri ada rasa tidak puas, karena masih ada sisa air dalam kantong dan telur zakar di bawah batang zakar. Ia berkemungkinan besar menyebabkan kencing batu. Kenyataan membuktikan bahwa batu karang yang berada dalam ginjal atau kantong seni dan telur zakar adalah disebabkan oleh sisa-sisa air kencing yang tak habis terpencar. Endapan demi endapan akhirnya mengkristal/mengeras seperti batu karang.

Jika anda biasa meneliti sisa air kencing yang tak dibersihkan dalam kamar mandi, anda bayangkan betapa keras kerak-keraknya. Bagaimana jika itu ada di kantong kemaluan Anda?? Hal ini juga merupakan salah satu yang menyebabkan penyakit lemah syahwat pada pria selain dari penyebab kencing batu.
  • Sesungguhnya banyak siksa kubur dikarenakan kencing maka bersihkanlah dirimu dari (percikan dan bekas) kencing. (HR. Al Bazzaar dan Ath-Thahawi)
  • Hadis riwayat Ibnu Abbas ra., ia berkata: Rasulullah saw. pernah melewati dua buah kuburan, lalu beliau bersabda: Ingat, sesungguhnya dua mayit ini sedang disiksa, namun bukan karena dosa besar. Yang satu disiksa karena ia dahulu suka mengadu domba, sedang yang lainnya disiksa karena tidak membersihkan dirinya dari air kencingnya. Kemudian beliau meminta pelepah daun kurma dan dipotongnya menjadi dua. Setelah itu beliau menancapkan salah satunya pada sebuah kuburan dan yang satunya lagi pada kuburan yang lain seraya bersabda: Semoga pelepah itu dapat meringankan siksanya, selama belum kering. (Shahih Muslim No.439)

Demikian hikmahnya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Salam melarang kencing berdiri. Dan bagi muslim yang shalat, kadang setelah keluar dari WC dan mau shalat, ketika ruku’ dalam shalat kita merasa ada sesuatu yang keluar dari kemaluan, itu adalah sisa air kencing yang tidak habis terpencar akibat dari kencing berdiri yang tidak tuntas keluar, hal ini menyebabkan shalat tidak sah karena salah satu sarat sahnya shalat adalah bersih dan suci dari najis baik hadats kecil maupun hadats besar, dan air kencing merupakan najis.

Sehingga Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasalam sering mengingatkan dalam sabdanya: “Hati-hatilah dalam masalah kencing karena kebanyakan siksa kubur dikarenakan tidak berhati-hati dalam kencing”.

Maka ada baiknya kita belajar adab-adab dan sunnah-sunnah di kamar mandi (WC) berikut agar kita banyak mendapatkan manfaat baik di dunia (kesehatan) maupun di akhirat (agama) yang telah diajarkan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasalam.
  • Buang air jongkok (tidak berdiri jika tidak terpaksa/darurat). Agar kotoran bisa keluar tuntas sehingga tidak menjadi penyebab kencing batu maupun lemah syahwat.
  • Menggunakan alas kaki. Menurut penelitian di Amerika di dalam kamar mandi/WC ada sejenis virus dengan type Americanus yang masuk lewat telapak kaki orang yang ada di WC tersebut. Dengan proses waktu yang panjang virus tersebut naik ke atas tubuh dan ke kepala merusak jaringan otak yang menyebabkna otak lemah tak mampu lagi mengingat, blank semua memori otak sehingga pikun. Sandal hendaknya diletakkan di luar WC, jangan di dalam WC, karena semakin kotor, lembab dan tak mengenai sasaran kebesihan
  • Masuk kamar mandi/WC dengan kaki kiri dan keluar dengan kaki kanan. Inilah sunnah yang diperintahkan oleh Nabi, dan juga disunnahkan untuk membaca doa sebelum masuk kamar mandi (doa dibaca di luar kamar mandi) dan setelah keluar dari kamar mandi. Berbeda jika kita masuk masjid dan rumah, masuk masjid atau rumah dengan kaki kanan dan keluar dengan kaki kiri.
  • Beristinja’ dengan air dan dengan tangan kiri.
  • Beristinja’ (bersuci dan membersihkan kotoran) dengan air, bukan dengan tissue atau lainnya kecuali jika tidak ditemukan air ketika dihutan, padang pasir dsb. Boleh gunakan tissue tapi harus dibilas lagi dengan air setelahnya. Syarat kebersihan dan kesucian dari najis menurut syariat adalah hilang warna, hilang bau, dan hilang rasa dari najis tersebut. Beristinja’ juga disunnahkan dengan tangan kiri, inilah pembagian tugas dari tangan, bagaimana tangan kiri untuk urusan ‘belakang’ sedangkan untuk makan & minum disunnahkan dengan tangan kanan, jangan dicampuradukkaan, tangan yang untuk urusan belakang itu juga untuk makan. Dan Nabi melarang makan & minum dengan tangan kiri
  • Jangan merancang/merencanakan sesuatu di WC. Nabi sangat melarang merencanakan atau membuat suatu rencana/ide/inspirasi di dalam WC, karena WC adalah markaznya syetan sebagaimana doa kita ketika hendak masuk WC: “Allahumma inni a’udzubika minal khubutsi wal khabaits”, Yaa Allah, aku berlindung kepada-Mu dari godaan syetan laki-laki maupun perempuan”. Karena dikhawatirkan rencana/ide/inspirasi yang didapat berasal dari bisikan syetan yang kelihatannya baik tapi setelah dijalankan ternyata banyak mudharat/keburukannya. Begitu juga setelah keluar WC, baca istighfar dan doa keluar WC. Secara adab dan budaya pun sangat tidak baik, masa sambil buang kotoran mencari ide/inspirasi atau merencanakan sesuatu yang baik apalagi sesuatu itu menyangkut hajat hidup orang banyak. Disunnahkan juga untuk menyegerakan keluar WC apabila hajat sudah selesai, bukan malah bernyanyi-nyanyi apalagi sambil baca buku atau Koran
  • Ketika buang air dilarang menghadap atau membelakangi qiblat, apabila lubang WC menghadap qiblat hendaknnya ketika buang air badan agak diserongkan sedikit
  • Apabila sunnah diamalkan walaupun dalam kamar mandi maka kita ini juga namanya ibadah. Betapa sayangnya setiap hari kita ke kamar mandi beberapa kali tapi tidak mendapatkan pahala ibadah dengan menghidupkan sunnah. Padahal salah satu maksud dan tujuan manusia diciptakan adalah untuk ibadah.





Flag Counter